Solo Traveling: Bali (1)


"You need to solo travel in Bali once in your lifetime." - Dawn Pillay

Dan saya memaknainya betul.

Melanjutkan petualangan dari Bromo, esoknya saya lantas menaiki kereta menuju Banyuwangi dengan KA Probowangi. Karena kali ini merupakan perjalanan solo terjauh saya dengan gaya dan kantong backpacker, deg-degan juga rasanya hehe. Nanti di sana gimana ya? Bakal lancar enggak ya? Nanti kalau ada orang jahat gimana ya? Lol, kumpulan pertanyaan seperti itulah yang muncul di benak ini. Maklum, sebelumnya saya beberapa kali ke Bali pasti bersama teman dan keluarga, tetapi baru kali ini sendirian melancong mencoba menjelajahi Bali.

Siang hari, saya sampai di Stasiun Banyuwangi Baru. Langsung bergegas jalan kaki menuju Pelabuhan Ketapang yang hanya berjarak 150-200 meter di depan stasiun karena mengejar kapal feri yang akan berangkat (biar tidak usah menunggu satu dua jam lagi hehe). Membayar retribusi sebesar 6500 rupiah, saya pun melaju di atas Selat Bali yang ombaknya sedang bergelombang tinggi.

Dua jam kemudian, saya sampai di Pelabuhan Gilimanuk. Banyak calo bus di sana, huft saya kena apes dapat bus kecil yang lama banget ngetem di jalan, mana bannya di jalan sempat bocor. Drama banget dah hehe. Untung kondektur dan sopirnya baik, jadi cerita-cerita banyak tentang Bali. Dari sana saya jadi tahu, banyak penduduk asli Bali yang religius sekali, jika ada pura kecil di pinggir jalan, bus akan berhenti sesuai waktu ibadah mereka. Kondektur dan sopir akan memasuki pura kecil dan beribadah sebelum melanjutkan perjalanan kembali. Malamnya, saya sampai Terminal Ubung. Karena saya menginap di Wisma Arthawan, Kuta, akhirnya saya naik Go-Jek, jadi harus berjalan kaki beberapa ratus meter keluar terminal agar menghindari 'bentrokan' :')

Ohya, Arthawan terkenal banget sebagai penginapan backpacker. Jadi enggak heran kalau di sini murah, hanya 70ribu per malam (perseorangan, jika lebih banyak orang lebih murah) dan selalu ramai. Sayangnya di sini kita tidak bisa memesan kamar, jadi siapa cepat dia dapat. Untung saya dapat kamar meskipun datang kemalaman. Sesampainya di Arthawan, ternyata di sana juga menyewakan sepeda motor. Tapi saya sudah pesan sewa motor di tempat lain, yakni di Ichi Rental, (kalau mau sewa, silakan chat WA ke 081999153113) dan ternyata lebih murah. Kalau pintar nego, nanti bisa dapat motor yang 50rb aja perhari-nya, dan itu pun sudah diantar ke tempat penginapan kita secara gratis.

Hua, udah kelar semua, saya lapar banget, akhirnya jalan-jalan di sekitar Poppies Lane sebelum tidur, sekalian ke Indomaret cari buah potong dan roti. Dan wah wah wah, ternyata gemerlap sekali ya, Kuta di malam hari. Sepanjang jalan banyak banget bar-bar, restoran, kafe, dan hiburan yang menyajikan live music/attraction super kencang. Lol. Dunia malam Kuta sepertinya sampai menjelang pagi, karena masih jedag-jedug sampai kebawa di alam mimpi (suara musik kenceng di mana-mana, sampai masuk ke Arthawan haha).

Esoknya, pagi pertama saya. Bangunnya pun pagi-pagi karena niatnya mau mengeksplor pantai-pantai di selatan dan barat Bali. Akhirnya, hari itu berbekal gugelmaps saya mengeksplor beberapa pantai: Pantai Greenbowl, Pantai Balangan, Pantai Tegal Wangi, dan Pantai Mengening. Jarak antara pantai-pantai itu lumayan lah, hoho. Tapi worth it banget!!

di pantai greenbowl: bergaya dengan timer dslr

di pantai greenbowl: susah juga harus bolak-balik ngeset timer haha

di pantai greenbowl: selalu bawa foto ini ke mana saja :D
Ketika sampai Pantai Greenbowl, kita akan bertemu banyak ibu-ibu yang berjualan asesoris seperti gelang dari kerang. Kebanyakan dari beliau agak memaksa pengunjung untuk membelinya. Jika ada salah satu pengunjung yang membeli di salah satu ibu-ibu, nanti ada ibu-ibu lain yang cemburu :') ini pengalaman saya loh! Haha. Tapi nggak semua ibu-ibu penjual seperti itu, ada juga ibu-ibu penjual yang cukup baik. Saya lupa namanya, tapi ngobrol cukup banyak dengan beliau. Beliau bercerita kalau awalnya ibu-ibu di daerah sana agak tertinggal dan kemudian ada pelatihan UMKM dari suatu lembaga, di antaranya membuat gelang dan sebagainya. Sejak saat itu ibu-ibu di sana mulai berjualan dari hasil kerajinannya, tapi sayangnya masih banyak yang kurang memahami bargaining dengan wisatawan. Saya agak kagum dengan ibu ini, karena beliau seperti yang menjadi penengah di antara ibu-ibu penjual lain. Semoga laris ya bu!

Ohya, setelah masuk di pintu utama, kita akan menuruni banyak banget anak tangga. Pokoknya banyak banget banget. Tapi kalau sudah sampai, kita akan disuguhkan pemandangan pantai yang private banget! Di sana bersih, nggak ada sampah. Berkunjung ke Greenbowl sebaiknya pukul 6-10, karena setelah waktu itu bisanya pengunjungnya mulai banyak. Nah, kalau sudah sampai d bawah, jika airnya sedang surut, nanti kita bisa berjalan 'menyeberang' ke pantai sebelahnya. Apa ya, saya lupa namanya. Tapi dilihat dari Greenbowl, pantai itu bagus banget.

di pantai balangan: bibir pantainya cantik!



Selanjutnya, saya menuju Pantai Balangan. Pantai ini jaraknya lumayan jauh, terus agak berkelok gitu. Sesampai di sana, wisatawannya bule semua hoho. Mungkin saya datang karena bukan musim liburan ya, tapi memang di sana kebanyakan wisatawan asing yang cari tempat untuk surfing. Karena kata mas-mas surfing guide, Balangan adalah salah satu tujuan surfing utama. Tapi cantik banget! Katanya, biasanya kalau mau hunting foto ke sini di saat sunset dan di bagian tebing pantai (yang ijo-ijo de depan foto saya).

di pantai tegal wangi: pantai kecil yang unik

di pantai tegal wangi: uhuhu romantisnya mbak mas ini (jepret random)
Setelah ngobrol-ngobrol menanyakan pantai lain yang cocok untuk sunset, saya disarankan untuk ke Pantai Tegal Wangi. Kalau dari Balangan, nggak terlalu jauh sih. Sesampai di sana, banyak banget WNA dari Jepang dan Korea yang sedang melaksanakan prewedding photoshoot di bukit dan tebingnya. Nggak cuma dua tiga pasangan, tapi bahkan sampai enam pasangan. Gimana ya pas musim liburan, pasti makin banyak haha. Nah pantainya ini juga turun ke bawah tebing dengan beberapa banyak anak tangga, tapi enggak sebanyak yang di Greenbowl kok. Di sini santai-santai aja.

Karena saat itu saya sampainya jam dua-an, dan sunset masih lama banget, akhirnya saya ngobrol sama warga lokal. Katanya, kalau semakin sore nanti semakin rame, jadi susah dapat sunset karena tempatnya nggak lebar juga. Kamudian saya disarankan ke Pantai Mengening di daerah barat yang kira-kira 2 jam perjalanan ke sana. Waahh. Karena masih mumpung di Bali, gasss deh sekalian hehe.

di pantai mengening: syahdu ~

di pantai mengening: kena mendung :')

Kalau pas enggak mendung, Pantai Mengening itu terkenal banget incaran para fotografer buat hunting sunset. Kalau Bali timur punya Sanur sebagai morning of the world-nya, Bali barat juga punya Mengening sebagai penutup mentarinya. Saya ngobrol lagi dengan warga lokal, katanya kalau pas cerah-cerahnya aja bisa puluhan fotografer ke situ. Wong saat itu pas saya ke sana cuacanya mendung aja, ada beberapa yang masih mempertaruhkan diri hunting sunset :')

Di pantai ini juga terdapat pura besar di bibir pantainya, yakni Pura Daang Khayangan Gede Luhur Batungaus. Jadi, kalau hari-hari tertentu, nanti katanya kita bisa melihat prosesi upacara adat yang ada di pinggir pantai. Seru!

Nah, masih ada tersisa dua hari petualangan saya di Bali. Tunggu lanjutan ceritanya ya! ^^

Comments

  1. Mantap. Solo traveling.. jauh lagi! aku belum pernah. Nikmati aja, mumpung mba masih muda..belum berbuntut kayak saya.

    Bali banyak pantai baru ya. 2004 aku pernah di bali, 3 bulan. Tapi malah nggak bnyk eksplor tempat2 wisata.

    ReplyDelete
  2. Asyiknya masih bisa enjoy traveling
    Bisa melihat lebih dekat pantai dan daerah indah anugerah yang Maha Kuasa

    ReplyDelete
  3. Anonymous21:02:00

    Rakyan KEREN BANGET! Pengen kaya Rakyan bisa enjoy umur 20-an dengan bikin kenangan asik solo travelling :")

    ReplyDelete
  4. admin yang satu ini memang sepertinya diciptakan untuk keliling menikmati keindahan ciptaan-Nya deh...mau ngiri juga nggak boleh kan?....jadinya elus dada aja sambil ngedumel...kapan bisa ke Bali

    ReplyDelete
  5. wow strong women. saya salut sama mbanya

    ReplyDelete
  6. Jadi kangen pantai....
    Asik ih solo traveling. Aku belum pernah dan sepertinya ga akan pernah, mengingat kadang suka sok panik sendiri.

    ReplyDelete
  7. Keren, pantai memang selalu membuatku kangen, dimana di pantai itu banyak menemukan ide. Selain itu bisa menikmati keindahannya. Terlebih disaat sore dan pagi. Rasanya betah berlama-lama kalau di pantai itu.

    Btw, salam kenal ya...

    ReplyDelete
  8. Solo travelling? Keren banget!!! Ke bali pula, parah ini mah.. Aku berguru padamu dong soal solo travelling, pingin nyoba tapi belum berani, hiks..

    ReplyDelete
  9. Wah, pantainya cakep2 banget mbak...jadi pengen foto di sana juga.. :D

    ReplyDelete
  10. alhamdulillah bisa menikmati perjalanan ke Bali sendiri nih mba, aku kapan ya, haha, pergi sendiri ke event aja, suka ditanya duluan sama suami dan si sulung, Bunda pulang jam berapa? aihhh... Btw, foto-fotonya keren :)

    ReplyDelete
  11. saya besar di daerah deket pantai dan banyak menghabiskan waktu dekat laut dari kecil-kerja
    kemudian jadi kangen laut

    ReplyDelete
  12. mbak keren banget solo travelling. Sha masih belom berani kalo keluar pulau jawa :D

    ReplyDelete
  13. pemandangannya bagus banget, Raky! ditunggu ya post-post berbau travelling selanjutnya<3

    ReplyDelete
  14. Wih, Solo traveling, berani juga iya.

    Pas baca ceritanya, pasti seru lah ni iya. Keren lah.
    Pantai di bali emang bagus, jadi kepengen juga ke bali, :-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts