Mandiri Jogja Marathon 2017: Half Marathon Pertama

ayee ayee!
Sebelumnya, saya tidak pernah membayangkan bisa (dan tentu saja mau) menyelesaikan lari jarak jauh semacam half marathon (HM). Saat itu saya masih berpikir naif, melihat Anja yang suka lari saya hanya geleng-geleng kepala. Namun sekarang, olahraga lari adalah semacam vitamin yang minta diteguk tiap hari.

Setelah saya menyelesaikan BNI Javaprime 10K 2017, saya agak ngotot pengen ikut event lari selanjutnya. Bukan agak sih, tapi beneran ngotot. Ngototnya juga maunya HM, padahal Anja menasehati kalau HM takutnya saya akan cedera. Saat itu saya menunggu Anja pulang ke Jogja agar bisa mendaftar bareng, tapi ternyata Anja sudah didaftarkan oleh komunitasnya, VyatRun. Akhirnya saya mendaftar ditemani Anja ke Bank Mandiri Graha Tugu. 

Sewaktu baru mau masuk ke bank dan bertanya ke mas satpam, katanya slot HM female habis. Saya langsung nangis di sana, jongkok dan mewek sampai di neng-neng sama Anja dan mas-mas satpam. Ya ampun, kalau ingat itu agak malu sih ya :D lantas Anja berjanji mencarikan slot HM female di Grup Bursa BIB Indonesia (ada di facebook, dulu biasanya pelari yang batal race akan menjual slotnya, daripada rugi sudah beli namun tidak dipakai). Baru setelah itu saya nggak nangis lagi. Haha.

Hari berganti dan woaahh, saya menyadari dari bulan Februari ke April itu cepat sekali ya. Saya harus menyiapkan half marathon dengan latihan setelah tanggal 26 Februari sampai maksimal 22 April. Sebabnya, Mandiri Jogja Marathon 2017 dilaksanakan pada 23 April. Artinya, tidak ada dua bulan saya harus berlatih keras untuk ikut HM tersebut. Sementara saya berlatih, Anja baru mendapatkan slot HM female yang batal ikut sekitar sebulan sebelum race dimulai.

Di sela-sela itu saya juga meyiapkan kaki saya agar tidak terkena cedera shin splints lagi. Sangat tidak menyenangkan apabila kita berlari dengan cedera yang ada. Untuk itu saya mengurangi latihan di bulan Maret. Saya hanya berlari ringan dan jarak pendek sekitar 2 sampai 4 kilometer beberapa kali seminggu. Tetapi sebenarnya, saya tidak dianjurkan dokter untuk latihan lari agar cedera saya segera pulih, tapi saya ngeyel :(

Baru di bulan April, saya merasa bahwa mampu menaikkan porsi lari. Sehingga saya pun mulai berlatih lari jarak jauh selama tiga minggu yang tersisa. Sayangnya, shin splints itu masih ada. Setiap malam seletah berlatih lari saya selalu mengkompres kaki dan tidur dengan posisi kaki dinaikkan di atas bantal. Bagi saya, momen seperti itu sangat tidak nyaman mengingat kurang baiknya badan saya merecovery cedera ini.

Sampai hari H itu tiba. Malam sebelumnya, saya gelisah dan deg-degan, persis ketika dulu pertama kali mengikuti race. Maklum, bisa dibilang ini lah virgin half marathon saya. Subuhnya, saya datang bersama mbak Nia, teman lari saya dan juga panahan sewaktu di Selabora Panahan UNY, berangkat sekitar pukul 4 pagi menuju Prambanan. Anja dan teman-teman komunitasnya sudah berangkat duluan karena mereka semua lari di cabang full marathon (42 kilometer, lol saya belum mampu bayangin).

Akhirnya saya start sekitar pukul 5 pagi. Ruamee bangeet!! Pas pertama garis start dibuka, semua orang berhamburan berlari. Saya tidak berhenti berlari sampai kilometer 13. Setelah kilometer tersebut, saya mulai jalan-lari-jalan-lari. Sedihnya, celana saya robek di kilometer 15, dari sobekan itu membuat paha saya luka dan berdarah sampai garis finish nanti. Di kilometer 17, kaki kiri saya kram. Kadar kram nya, 5/10 lah hehe. Lanjut di kilometer 19, kaki kram dengan kadar 8/10. Di kilometer 20, telapak kaki saya sudah kram dan sulit dibuat berlari. Akhirnya saya lari ringan dan mulai menambah kecepatan di 500 meter sebelum finish.

Rasanya melihat garis finish ketika half marathon? Ya Tuhan, luar biasa! Satu-satunya yang saya pikirkan saat itu adalah, syukur saya pada Tuhan karena diberi kesempatan menyelesaikan race dengan semua kekurangan yang ada, dengan segala cedera, kram, dan luka. Saya merasakan bahagia yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Memang benar kata orang, kalau half marathon akan membuat kita lebih mengenal 'siapa' kita sebenarnya :D


bersama mbak Nia :3


setelah nunggu Anja finish. ketemu, lol



finisher full marathon & half marathon ^^

"In running, it doesn't matter whether you come in first, in the middle of the pack, or last. You can say, 'I HAVE FINISHED'. There is a lot satisfaction in that." - Fred Lebow  


Comments

  1. Hai mb... Pelari tho ternyata..😀😀

    ReplyDelete
  2. Pfff pantes kemarin mendadak lari pagi saya ngos-ngosan, kaki keram, ternyata harus rutin ya, supaya gak kaget hihi.. Keren mbak nih, sanggup ikut marathon

    ReplyDelete
  3. Uwaaaaaa kereeeen ����


    Apalagi kalo lari sama pasangan
    Duh lah mau jugaaa ����

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts